Nama : Agus Saepuloh
NIM : TI121054
Komponen Elektronika
1. Resistor
Resistor adalah
alat listrik yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dalam sebuah
rangkaian listrik, sipat resistor yaitu bersipat medesifasikan energy artinya
mencuri atau mengambil energy dari sumber tergantung nilainya pada warna_warna
pada resistor itu sendiri berikut warna dan nilai pada sebuah resistor yaitu
sebagai berikut:
Warna
|
Nilai
|
Hitam
|
0
|
Coklat
|
1
|
Merah
|
2
|
Jingga
|
3
|
Kuning
|
4
|
Hijaw
|
5
|
Biru
|
6
|
Ungu
|
7
|
Abu-abu
|
8
|
Putih
|
9
|
Toleransi Emas
|
5%
|
Toleransi Perak
|
10%
|
Contohnya
Digit pertama (pengali)
Digit ke dua (pengali)
Digit ke tiga (pengali)
Digit ke empat (Toleransi)
Batrei menentukan tegangan (V) pada resistor, dengan sebuah resistor (R) dalam rangkaian pengalir arus listrik (I).
Hubungan seri dua resistor
Dua resitor dihubungkan secara seri maka arus yang mengalir di resistor pertama akan sama dengan arus yang mengalir di resistor yang ke dua. Arus hanya mempunyai satu kemungkinan rute dalam rangkaian.
2. Kapasitor
Kapasitor adalah
komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah
kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan
dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum,
keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan
listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki
(elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul
pada ujung metal yang satu lagi.
Tipe Kapasitor
Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung
dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian,
yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.
1. Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor
yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik,film dan mika
2. Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari
kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida
3. Kapasitor
Electrochemical satu
jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis
ini adalah batere dan accu.
model kapasitor
C =Capacitance
ESR =Equivalent Series Resistance
L =Inductance
IR =Insulation Resistance
3. Induktor
Inductor adalah
komponen elektronik pasif yang dapat menyimpan energy listrik. Fungsi utama
dari induktor di dalam suatu rangkaian adalah untuk melawan fluktuasi arus yang
melewatinya. Aplikasinya pada rangkaian dc salah satunya adalah untuk
menghasilkan tegangan dc yang konstan terhadap fluktuasi beban arus. Pada
aplikasi rangkaian ac, salah satu gunanya adalah bisa untuk meredam perubahan
fluktuasi arus yang tidak dinginkan. Akan lebih banyak lagi fungsi dari
induktor yang bisa diaplikasikan pada rangkaian filter, tuner dan sebagainya.
a. Toroid
Ada
satu jenis induktor yang kenal dengan nama toroid. Jika biasanya induktor
berbentuk silinder memanjang, maka toroid berbentuk lingkaran. Biasanya selalu
menggunakan inti besi (core) yang juga berbentuk lingkaran seperti kue
donat.
Dari
buku fisika dan teori medan yang menjelimet, dibuktikan bahwa induktor adalah
komponen yang dapat menyimpan energi magnetik. Energi ini direpresentasikan
dengan adanya tegangan emf (electromotive force) jika induktor
dialiri listrik. Secara matematis tegangan emf ditulis :
tegangan emf .... (2)
Jika dibandingkan dengan rumus hukum Ohm V=RI, maka kelihatan ada kesamaan rumus. Jika R disebut resistansi dari resistor dan V adalah besar tegangan jepit jika resistor dialiri listrik sebesar I. Maka L adalah induktansi dari induktor dan E adalah tegangan yang timbul jika induktor dilairi listrik. Tegangan emf di sini adalah respon terhadap perubahan arus fungsi dari waktu terlihat dari rumus di/dt. Sedangkan bilangan negatif sesuai dengan hukum Lenz yang mengatakan efek induksi cenderung melawan perubahan yang menyebabkannya. Hubungan antara emf dan arus inilah yang disebut dengan induktansi, dan satuan yang digunakan adalah (H) Henry.
Induktor disebut self-induced
induktansi ...... (3)
4. DIODA
Dioda memiliki fungsi
yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda
tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Satu sisi adalah
semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N. Dengan
struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N.
sambungan PN dengan sedikit porsi kecill yang disebut lapisan deplesi (depletion layer),terdapat keseimbangan hole dan elektron. Seperti yang sudah diketahui, pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka. Lalu jika diberi bias positif, dengan arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih besar dari sisi N, maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak untuk mengisi hole di sisi P. Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P, maka akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Ini disebut aliran hole dari P menuju N, Kalau mengunakan terminologi arus listrik, maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N.
Gambar
5.2 rangkaian bias maju
Sebalikya apakah yang terjadi jika polaritas tegangan dibalik yaitu dengan memberikan bias negatif (reverse bias). Dalam hal ini, sisi N mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P.
Gambar 5.3 rangkaian
bias mundur
Tentu jawabanya adalah tidak akan terjadi
perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya.
Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup
berlawanan. Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan
menghalangi terjadinya arus.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar